Kamis, 04 Mei 2017

Membuat Texture Bola Dunia Menggunakan Aplikasi Blender

Nama Anggota Kelompok 9:
  1. Akmal Alfarisi (50414710)
  2. Deni Mardiana (52414694)
  3. Fuad Aji Pratomo (54414397)
  4. Linda Dwi Novianti (56414079)
  5. Muhammat Amir Munajad (57414612)

Pada kesempatan kali ini penulis akan membuat Texture Bola Dunia menggunakan aplikasi Blender. Artikel ini bertujuan untuk melengkapi nilai tugas dari mata kuliah Grafik Komputer 2.

Untuk membuat bola dunia maka Object yang digunakan yaitu UV Sphere. Untuk menambahkannya dapat dilakukan dengan cara tekan Shift+A pada keyboard lalu pada Mesh pilih UV Sphere.


Maka akan muncul Object UV Sphere seperti gambar dibawah ini.


Untuk menambahkan Texture pada UV Sphere dapat dimulai dengan mengubah Object Interaction Mode dari Object Mode menjadi Edit Mode seperti gambar dibawah ini.


Maka tampilan UV Sphere akan terseleksi seluruh bagian Vertex-nya seperti gambar dibawah ini.


Tekan 1 pada Keyboard untuk mengubah tampilan menjadi Front Ortho.


Kemudian tekan U (UV Mapping) pada Keyboard dan pilih Sphere Projection. Sphere Projection dipilih karena metode UV Maps ini responsif dengan Mesh atau Object UV Sphere. Sphere Projection berfungsi agar Texture yang dibuat atau diberikan nantinya tidak akan berantakan.


Untuk menambahkan Texture pada UV Sphere ubah terlebih dahulu Editor Type menjadi UV/Image Editor.


Maka tampilannya akan terlihat seperti gambar dibawah ini.


Klik Open pada bagian bawah untuk mencari dan membuka file/gambar Texture yang telah disediakan sebelumnya, lalu klik Open Image.



Lalu akan muncul tampilan Texture seperti gambar dibawah ini. Sesuaikan ukuran yang diinginkan.


Kemudian ubah lagi tampilan Editor Type menjadi 3D View kembali.


Dan ubah juga tampilan Object Interaction Mode menjadi Object Mode kembali.


Tekan N pada Keyboard lalu gulir kebawah, pada bagian Shading pilih Multitexture.


Dan ubah tampilan Viewport Shading menjadi Texture.


Bisa dilihat bahwa tampilan awal setelah UV Sphere diberi Texture yaitu masih kasar.


Untuk memperhalus permukaan dan Texture-nya dapat dilakukan dengan cara pada Tools yang terletak dibagian kiri klik Smooth.


Bisa dilihat bahwa permukan bola dunia sudah lumayan halus, tetapi tidak bulat sempurna.


Untuk memperhalus dan memperbagus bentuk bola dunia, pada Properties dibagian Modifier klik Add Modifier lalu pilih Subdivision Surface.


Sehingga tampilan bola dunia menjadi bulat dengan permukaan Texture yang halus.


Karena Texture masih belum masuk ke Object bola dunianya maka yang perlu dilakukan yaitu pada Properties pilih Material lalu klik New.


Berikut tampilan Meterial pada Properties.


Setelah itu pilih bagian Texture untuk memasukkan Texture yang telah disediakan sebelumnya dengan cara klik New.


Lalu gulir atau Scroll kebawah. Pada bagian Image klik Open dan pilih Texture yang telah disediakan dan ingin diaplikasikan.


Gulir lagi kebawah, pada bagian Mapping pilih Coordinates-nya UV dengan Map sama dengan UVMap.


Setelah itu me-render bola dunia yang telah dibuat dengan cara pada bagian atas klik Render lalu pilih Render Image. Atau pada tekan F12 pada Keyboard.


Berikut tampilan Render bola dunia untuk pertama kalinya.


Balik lagi ke tampilan Editor Type ke 3D View. Lalu pada Properties pilih bagian Material lalu gulir kebawah dan aktifkan fungsi Geometry.


Tekan 0 pada Keyboard untuk menampilkan tampilan Camera Persp seperti gambar dibawah ini.


Kemudian klik kanan bola dunia lalu tekan N pada keyboard dan check list Lock Camera to View yang berfungsi untuk mengatur tempat dan posisi bola dunia pada tampilan Camera Persp yang dimana juga menjadi tampilan pada saat di render nantinya.


Atur letak posisi bola dunia sesuai keinginan,


Lalu Render lagi untuk melihat hasil Geometry dan letak posisi yang telah diatur sebelumnya.


Bisa dilihat bahwa tampilan permukaan bola dunia masih kasar. Sehingga untuk memperhalus bisa dilakukan dengan cara kembali ke tampilan Editor Type 3D View.


Lalu klik bola dunia dan ubah nilai Geometry menjadi 0.100.


Kemudian Render kembali bola dunia. Dan sekarang Texture permukaan bola dunia sudah menjadi lebih halus. Akan tetapi masih terlalu terang permukaan dari bola dunia tersebut.


Untuk meminimalisir intensitas cahaya dari bola dunia bisa dilakukan dengan cara pada Properties pilih bagian Material, lalu di Specular ubah nilai Intensity sesuai keinginan.


Terakhir Render kembali bola dunia dan berikut merupakan tampilan terakhir dari bola dunia yang telah dibuat.


Selasa, 14 Juni 2016

Webometrics Ranking of World Universities

Webometric adalah sistem perangkingan Perguruan Tinggi di Dunia yang diinisiasi oleh Cybermetrics Lab (Spanish National Research Council, CSIC). Tujuan sistem rangking ini adalah untuk menyediakan informasi yang handal, akurat, multidimensi dan berguna kepada masyarakat tentang kinerja perguruan tinggi di seluruh dunia berdasarkan kehadiran dan dampaknya di dunia maya (internet space). Sistem ini dimulai di tahun 2014 yang selanjutnya setiap 6 (enam) bulan sekali dikeluarkan informasi rangking terkininya.
Sistem perangkingan Webometric ini menarik karena sifatnya yang terbuka, independent, obyektif dan gratis/berbiaya rendah. Sehingga semua perguruan tinggi besar maupun kecil bisa mengikuti sistem ini dan memperoleh feedback yang fair tentang kinerja dan posisinya dibandingkan institusi lain.
Tujuan utama Webometric Rank adalah mendorong kehadiran informasi akademis di dunia maya, agar meningkatkan proses transfer ilmu pengetahuan dan budaya yang dihasilkan oleh perguruan tinggi kepada seluruh masyarakat. Publikasi rangking merupakan salah satu alat yang terbukti efektif untuk memulai dan memaksa proses perubahan dikalangan akademis, meningkatkan komitmen para cendekiawan dan mendorong dibuatnya rencana strategis dalam jangka panjang.
Sistem ini tidak mengevaluasi Websites (Laman), baik desain, kegunaan ataupun popularitas berdasarkan jumlah kunjungan pada laman tersebut. Indikator Laman hanya digunakan sebagai proxies/ jembatan untuk mengevaluasi secara tepat dan komprehensif kinerja global perguruan tinggi, dengan memperhitungkan kegiatan akademis dan keluarannya, serta relevansi dan dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.
Pada akhirnya rangking yang handal hanya mungkin diperoleh jika kehadiran laman universitas adalah benar-benar merupakan cermin lembaga tersebut di dunia nyata nya. Dimasa datang Laman Universitas di Dunia Maya akan memiliki nilai penting sebagai media komunikasi publik, saluran pembelajaran jarak jauh, forum terbuka untuk berinteraksi dengan komunitas dan masyarakat,sekaligus merupakan etalase universitas untuk menarik orang-orang berbakat, meraih pendanaan dan sumber daya external.
Ada empat komponen yang menjadi indikator utama dari penilaian Webometrics ini, yaitu: Presence (20%), Impact (50%), Openness (15%), dan Excellence (15%).

Excellence merupakan jumlah artikel-artikel ilmiah publikasi perguruan tinggi yang bersangkutan yang terindeks di Scimago Institution Ranking (tahun 2003-2014) dan di Google Scholar (tahun 2007-2014).

Presence adalah jumlah halaman website (html) dan halaman dinamik yang tertangkap oleh mesin pencari (Google), tidak termasuk rich files.

Impact merupakan jumlah eksternal link yang unik (jumlah backlink) yang diterima oleh domain web universitas (inlinks) yang tertangkap oleh mesin pencari (Google).
Openness merupakan jumlah file dokumen (Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc,.docx) and Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang online/open di bawah domain website universitas yang tertangkap oleh mesin pencari (Google Scholar).
Metodologi
Laman awal Webometrics
10 besar dunia
15 besar Indonesia
Referensi:


4 International Colleges & Universities (4ICU)


4 International Colleges & Universities atau 4ICU adalah suatu mesin pencari dan direktori yang melakukan penilaian berdasarkan kepopuleran situs yang dimiliki oleh 11.307 perguruan tinggi di seluruh dunia yang telah terakreditasi dan tersebar dalam 200 negara. Komponen penilaian yang digunakan 4ICU adalah Google Page Rank, Alexa Traffic Rank, dan Majestic SEO (Referring Domain, Citation Flow, Citation Trust). Update hasil pemeringkatan dirilis 4ICU setiap bulan Januari dan Juli.

Dalam hal ini, yang dimaksud sebagai perguruan tinggi yang terakreditasi adalah sebagai berikut:
  1. Telah resmi diakui, memiliki ijin atau telah diakreditasi oleh badan-badan nasional atau regional seperti kementerian pendidikan atau organisasi pendidikan tinggi yang berwenang.
  2. Berhak memberikan gelar sarjana atau pascasarjana dalam empat tahun.
  3. Melakukan kegiatan pembelajaran secara umum dengan bertatap muka, program dan kursus.
Metodologi Penilaian
Dalam melakukan penilaian, ada kebijakan khusus yang dikemukakan oleh 4ICU. Mengingat yang dinilai oleh 4ICU adalah kepopuleran alamat situs resmi milik perguruan tinggi, maka 4ICU tidak memberitahukan cara penilaian yang dilakukannya guna menghindari kecurangan yang dilakukan webmaster perguruan tinggi dalam meningkatkan peringkat perguruan tinggi masing-masing.

Namun meskipun begitu, 4ICU memberitahukan parameter acuan yang mereka gunakan dalam menilai, yaitu sebagai berikut:
  1. Google Page Rank
  2. Alexa Global Rank
  3. Majestic Referring Subnets
  4. Majestic Trust Flow


Langkah penilaian:

1. Pengumpulan data metric dilakukan dalam hari yang sama untuk menghindari perubahan data yang tidak tentu serta memaksimalkan perbandingan data
2. Penggunaan filter untuk mengidentifikasi keberadaan data yang nilainya sangat jauh dari data lain yang ada (data outliers)
3. Review data dari Alexa Traffic Rank, untuk menyeleksi perguruan tinggi yang masih menggunakan subdomain sebagai halaman utama yang resmi
4. Data webmetric kemudian dinormalisasikan pada skala 0-100 dengan mempertimbangkan perhitungan logaritma alami dari Google Page Rank dan Alexa Traffic Rank, serta hasil normalisasi dari data Majestic SEO
5. Nilai normalisasi dari ketiga data tersebut digabungkan dan kemudian dirata-rata untuk menghasilkan nilai akhir dan peringkat perguruan tinggi

Laman awal situs 4ICU
10 besar Universitas terbaik di dunia

15 Besar Universitas di Indonesia


Jumat, 29 April 2016

Apa itu Research Gate?


       Baiklah semua, pada postingan kali ini saya akan membahasa Research Gate. Sebelum membahas lebih jauh lagi, apakah kalian sudah tahu atau sudah pernah melihat, atau sudah mendengar kata Research Gate sebelumnya? kalau belum saya akan memberitahu, menurut sumber yang saya baca dari Wikipedia, Research Gate adalah "sebuah situs web jejaring sosial gratis dan alat kolaborasi bagi para ilmuwan sains dari segala jenis disiplin sains. Situs ini menyediakan pelbagai aplikasi web termasuk pencarian semantik (mencari seluruh abstrak), berbagi file, berbagi database publikasi, forum, diskusi metodologi, grup, dan berbagai aplikasi lainnya".

    Dibandingkan dengan situs dan alat kolaborasi lainnya, ResearchGate telah mengembangkan alat pencarian Internet semantik yang mampu untuk mencari makalah penelitian dari sumber internal dan database eksternal terkenal seperti PubMed, CiteSeer, arXiv, NASA Library dan sebagainya. Alat pencarian internet ini dikembangkan untuk menganalisa kata - kata dan ungkapan yang lebih luas daripada yang biasa digunakan pada alat pencarian internet lainnya dengan cara menganalisa seluruh abstrak makalah penelitian sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih akurat.

          ResearchGate juga memudahkan para usernya untuk saling terhubung dalam bidang yang sama sehingga dapat saling sharing mengenai bidang tersebut. Untuk lebih jelasnya, mari kita masuk ke dalam website https://www.researchgate.net/ 


Untuk membuat akun dapat dilakukan dengan cara klik Join for free. Setelah itu kita disuruh untuk memilih tipe akun, apakah kita seorang Akademisi, Perusahaan, Kesehatan, karena saya adalah seorang mahasiswa maka saya memilih Academic reasearcher or student.


Setelah itu kita masukkan institusi dan departemennya, lalu klik Continue


Lalu isikan biodata diri, seperti nama depan, belakang, email institusi, dan password; pilih disiplin ilmu; dan pilih keahlian yang kita kuasai


Dan yang terakhir kita masukkan profile picture, dan akun baru pun sudah dibuat.


Berikut ini saya akan me-review akun Research Gate Dosen di kampus saya, check this out!

1. Eri Prasetyo


Beliau adalah Dosen mata kuliah Pengantar Web Science saya. Dari Overview tersebut bisa kita lihat bahwa beliau telah mempublish 30 Article dan telah dibaca lebih kurang 1140 pembaca, dan beliau juga memiliki Skills CMOS, VLSI Technology, Microelectronics, Circuit Simulation, dan Mentor Graphics.

2. Setia Wirawan


Beliau adalah Dosen mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi dan Keuangan saya sewaktu saya semester 3, beliau menjabat sebegai Ketua Jurusan Sistem Informasi di kampus saya. Dari Overview tersebut bisa kita lihat bahwa beliau telah mempublish 6 Article dan telah dibaca lebih kurang 411 pembaca, dan beliau juga memiliki Skills Web Development, Software Development, Object-oriented Programming, jQuery, dan Web Designing.

3. Dr. Rodiah


Beliau adalah salah satu Dosen di kampus saya, tetapi saya belum pernah diajar oleh beliau. Dari Overview tersebut bisa kita lihat bahwa beliau telah mempublish 10 Article dan telah dibaca lebih kurang 16 pembaca, dan beliau juga memiliki Skills Computer Vision, Digital Image Processing, Medical and Bidmedical Image Proccessing, dan Applied Cryptography.

Jadi, dengan adanya Research Gate memudahkan kita mencari dan berbagi informasi mengenai suatu penelitian dan artikel dari orang yang sudah Expert dibidangnya. Dan tak kalah penting yaitu Research Gate telah menghubungkan user atau peneliti dari berbagai bidang diseluruh dunia, sehingga dapat saling terhubung dan berkolaborasi antarsesama.